logo mahkamah agung website ramah difable
KEGIATAN PENGADILAN NEGERI KUDUS

Rapat Dinas Rutin Bulan September 2019 Pengadilan Negeri Kudus Kelas IB

30 Spt

Kudus, hari Senin Tanggal 30 September 2019 pukul 08.30 WIB bertempat di Ruang Rapat Kantor Pengadilan Negeri Kudus Kelas IB di adakan Rapat Dinas Rutin Bulan september 2019.

Di Pimpin Oleh YM Bapak Ketua Pengadilan Negeri Kudus Bapak Rudi Fakhrudin Abbas, S.H dan di ikuti oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kudus, Para Hakim, Sekretaris, Panitera, Pejabat Fungsional dan Struktural, para Cakim, staff dan Honorer Pengadilan Negeri Kudus. Oleh bapak Ketua selalu mengingatkan untuk peningkatan Kinerja dan Disiplin para ASN sesuai Tupoksi masing masing dan terkait dengan kedatangan Bawas untuk mejadikan Evaluasi terhadap Kinerja kita semua terutama para jurusita harus paham peraturan PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 dan mempelajari lagi SOP JURUSITA / JURUSITA PENGGANTI TENTANG PANGGILAN SIDANG agar kedepan nya tidak ada kesalahan dalam menjalankan tugas.

Kemudian di jabarkan oleh Bapak Panitera Pengadilan Negeri Kudus Hasan Udi, S.H menjelaskan, dari ketentuan Pasal 390 ayat (1) HIR dapat ditarik pengertian-pengertian sebagai berikut : 1. Panggilan harus diberikan kepada pribadi yang bersangkutan di tempat tinggal atau tempat kediaman yang bersangkutan.[24] 2. Panggilan yang tidak diberikan kepada yang bersangkutan, sekalipun disampaikan di tempat tinggal atau tempat kediaman yang bersangkutan, dianggap tidak memenuhi ketentuan pasal ini; 3. Panggilan yang disampaikan langsung kepada yang bersangkutan tetapi tidak dilakukan di tempat tinggal atau di tempat kediaman yang bersangkutan juga tidak memenuhi ketentuan pasal ini. 4. Dalam keadaan seperti point (b) dan point (c) panggilan harus disampaikan kepada kepala kampung ( Kepala Desa /Lurah ).[25] Dari dua peraturan perundang-undangan tersebut dapat ditarik pengertian, bahwa ketentuan yang ada dalam PP Nomor 9 Tahun 1975 Pasal 26 ayat (3) dari segi tugas kejurusitaan tampaknya lebih praktis sebab, di samping lebih meringankan petugas, juga lebih mendekati substansi tujuan pemanggilan, yaitu bertemunya secara langsung antara petugas pengadilan ( Juru Sita/Juru Sita Pengganti ) dengan pihak yang dipanggil. Dengan kata lain cara seperti ini, juga lebih efektif dan efisien. Dan akan dibahas lebih lanjut di rapat terbatas antara Juru Sita/Juru Sita Pengganti di lain hari.