logo mahkamah agung website ramah difable
KEGIATAN PENGADILAN NEGERI KUDUS

Silaturahmi Nasional secara Virtual dalam Rangka HUT IKAHI Ke 68 bersama YM Ketua MARI

17 Feb

Kamis, 18 Maret 2021 - Dalam rangka memperingati HUT IKAHI ke-68 tahun 2021, seluruh hakim Pengadilan Negeri Kudus mengikuti silaturahmi nasional IKAHI secara virtual dengan YM Ketua Mahkamah Agung dan Para Pimpinan MA serta Pengurus Pusat IKAHI. Acara dengan tema “Soliditas IKAHI dalam Mengawal Modernisasi Peradilan di Era Pandemi Covid 19 Menuju Peradilan yang Agung” ini di ikuti oleh seluruh hakim Indonesia.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh YM Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H. Beliau sangat bangga dan mengapresiasi anggota IKAHI tampil terdepan ketika ada bencana sehingga membuat harum nama organisasi sekaligus lembaga Mahkamah Agung. Dalam sambutannya, YM Ketua Mahkamah Agung selaku pelindung PP IKAHI menyampaikan 7 (tujuh) pesan penting untuk para anggota IKAHI sebagai pengingat ketika bertugas, yaitu :

1 Sesama Hakim harus senantiasa saling mengingatkan satu sama lain, agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan lembaga. Sikap saling mengingatkan untuk tujuan kebaikan harus menjadi budaya di kalangan para hakim, karena itulah wujud soliditas yang sebenarnya;

2. Hakim harus berhati-hati dalam mengekspresikan pikiran, ucapan, dan tindakan di media sosial. Belum tentu apa yang kita anggap baik, ditafsirkan baik oleh publik. Bisa saja apa yang kita unggah justru menimbulkan kegaduhan di ruang publik atau menimbulkan ketersinggungan bagi orang lain dan sekelompok orang tertentu;

3. Hakim tidak perlu ikut beropini dan memberikan pendapat di media sosial terhadap kondisi sosial atau peristiwa hukum yang terjadi di masyarakat, karena bukan tidak mungkin peristiwa tersebut suatu saat akan menjadi perkara di pengadilan. Hakim juga tidak perlu menumpahkan keluh kesah dan amarah di media sosial, karena bisa jadi keluh kesah dan amarah yang diunggah terbaca oleh pihak yang sedang berperkara di pengadilan yang perkaranya sedang kita tangani;

4. Apa yang kita unggah di media sosial akan menjadi milik publik dan publik berhak untuk menilai apapun tentang apa yang kita publikasikan. Oleh sebab itu, kita harus selalu bersikap arif dan bijaksana, baik ketika di dalam persidangan, maupun dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menggunakan media sosial;

5. Hakim harus memiliki akhlak dan prilaku yang lebih baik, dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya, karena hakim adalah orang-orang yang dipilih untuk mengemban tugas dan jabatan sebagai Wakil Tuhan di dunia. Hakim harus senantiasa menunjukan sikap rendah hati dan santun dalam bertindak serta bertutur kata, karena apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lakukan akan menjadi contoh bagi apartur penegak hukum yang lain;

6. Panggilan “Yang Mulia” bukan untuk dibangga-banggakan, melainkan harus menjadi pengingat bagi kita, bahwa kemuliaan dari jabatan hakim tidak diukur dari kewenangan dan kekuasaanya yang besar, melainkan diukur dari sikap dan prilaku kita sendiri. Sikap dan prilaku kitalah yang akan menentukan, layak atau tidak untuk dipanggil Yang Mulia;

7. Seorang hakim harus membiasakan diri untuk tidak mengatakan semua yang dipikirkannya, jika itu akan menimbulkan gangguan bagi kemandirian hakim yang lain. Hakim harus lebih banyak menuangkan pemikirannya di dalam pertimbangan putusan, bukan di media sosial, atau di ruang publik lainnya.

Diakhir sambutan beliau menyampaikan mendukung sepenuhnya kegiatan-kegiatan IKAHI yang telah disusun sedemikian rupa dan berterima kasih karena telah menyelenggarakan acara silaturahmi ini secara virtual dan selanjutnya acara silaturahmi dibuka secara resmi oleh YM Ketua Mahkamah Agung RI.